SEJARAH DESA BABAKAN MULYA
SEJARAH DESA BABAKAN MULYA
Dari Desa Puncak hingga Lahirnya Babakanmulya, Kisah Pemekaran yang Mengubah Wajah Wilayah di Kaki Ciremai
Di lereng Gunung Ciremai, tepat di wilayah barat Kabupaten Kuningan, berdiri sebuah desa yang mungkin tidak setua desa-desa lain di sekitarnya. Namun, siapa sangka—Desa Babakanmulya justru lahir dari sebuah keputusan besar yang mengubah sejarah wilayah tersebut.
Berbeda dengan desa-desa yang terbentuk dari legenda atau kisah turun-temurun, Desa Babakanmulya memiliki cerita yang lebih “nyata”, namun tetap menyimpan sisi yang jarang diketahui banyak orang.
Desa ini dulunya bukan wilayah yang berdiri sendiri.
Dalam catatan resmi pemerintah desa, Babakanmulya merupakan bagian dari Desa Puncak, sebelum akhirnya memisahkan diri pada tahun 1984.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Masyarakat saat itu menginginkan pelayanan pemerintahan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efektif. Sebuah kebutuhan sederhana—namun berdampak besar.
Dari situlah semuanya dimulai.
Pada tahun yang sama, dibentuk panitia pemekaran desa. Prosesnya tidak instan—melibatkan pembagian wilayah, penentuan nama, hingga pengelolaan aset desa. Setelah melalui berbagai tahapan sesuai aturan yang berlaku, pada Agustus 1984, Babakanmulya resmi berdiri sebagai desa baru di Kabupaten Kuningan.
Namun, satu hal yang menarik—tidak banyak yang benar-benar mengetahui dari mana asal nama “Babakanmulya” itu sendiri.
Apakah “Babakan” merujuk pada wilayah pemukiman baru?
Apakah “Mulya” menjadi harapan akan kehidupan yang lebih baik?
Pertanyaan-pertanyaan itu masih terbuka, dan justru menjadi ruang misteri yang belum sepenuhnya terjawab hingga hari ini.
Secara geografis, Desa Babakanmulya berada di wilayah perbukitan dengan ketinggian antara 500 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi oleh desa-desa seperti Cisantana dan Cileuleuy, serta berbatasan langsung dengan kawasan Gunung Ciremai, desa ini tumbuh sebagai wilayah agraris dengan bentang alam yang khas.
Dengan luas wilayah sekitar 221,686 hektare dan jumlah penduduk lebih dari tiga ribu jiwa, Babakanmulya berkembang menjadi desa yang mandiri, meski usianya relatif lebih muda dibanding desa induknya.
Sejarah kepemimpinannya pun dimulai sejak awal pemekaran. Sosok pertama yang memimpin desa ini adalah Kuswa sebagai pejabat sementara (Pjs) kepala desa pada periode 1984–1986, menandai awal perjalanan pemerintahan desa yang terus berlanjut hingga sekarang.
Kini, Desa Babakanmulya bukan lagi sekadar hasil pemekaran.
Ia telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah wilayah Cigugur—sebuah desa yang lahir dari kebutuhan, dibentuk oleh keputusan bersama, dan tumbuh dari harapan masyarakatnya.
Namun di balik semua itu, satu hal tetap tersisa:
Bahwa tidak semua sejarah harus berawal dari legenda.
Kadang, sejarah justru dimulai dari keputusan sederhana… yang kemudian mengubah segalanya.
Sumber:
Informasi dalam artikel ini diolah dari website resmi Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan pada bagian profil dan sejarah desa.
📍LOKASI DESA BABAKAN MULYA :