Dari Sebuah Kampung Kecil Menjadi Desa Mandiri, Begini Perjuangan Warga Tangkolo Memisahkan Diri dari Desa Subang
Dari Sebuah Kampung Kecil Menjadi Desa Mandiri, Begini Perjuangan Warga Tangkolo Memisahkan Diri dari Desa Subang
Saat melintasi wilayah selatan Kabupaten Kuningan, banyak orang mengenal Desa Tangkolo sebagai salah satu desa di Kecamatan Subang. Namun sedikit yang mengetahui bahwa hingga awal tahun 1970-an, Tangkolo sebenarnya belum berdiri sebagai desa sendiri. Wilayah yang kini dihuni ribuan penduduk itu dulunya hanyalah sebuah kampung kecil yang menjadi bagian dari Desa Subang.
Namun sejarah membuktikan, sebuah desa besar bisa lahir dari sebuah cita-cita sederhana.
Kisah berdirinya Desa Tangkolo bermula pada bulan Mei 1972. Saat itu beredar kabar bahwa Jenderal Herman akan melakukan napak tilas perjuangan ke Lengkob Cijolang. Menyambut rencana tersebut, aparat Desa Subang bersama unsur Muspika Kecamatan Subang berkumpul di Kampung Tangkolo untuk menyambut kedatangan sang jenderal. Namun yang hadir ternyata hanya utusannya.
Tak disangka, pertemuan yang awalnya bertujuan menyambut tamu itu justru menjadi titik awal lahirnya sebuah desa baru.
Di rumah almarhum Bapak Bihi Adiwikarta, para tokoh masyarakat, aparat desa, dan unsur Muspika menggelar pertemuan. Dalam diskusi tersebut muncul sebuah gagasan besar yang selama ini tersimpan dalam benak masyarakat Tangkolo: memisahkan diri dari Desa Subang dan membentuk desa sendiri.
Usulan itu mendapat sambutan positif.
Tidak lama kemudian digelar musyawarah resmi dengan tema "Pemecahan Desa Subang". Sejumlah tokoh penting hadir dalam pembahasan tersebut, mulai dari Kepala Desa Subang, pejabat Kecamatan Subang, aparat keamanan, hingga perwakilan masyarakat Tangkolo.
Pada tanggal 13 Juli 1972, rapat besar kembali dilaksanakan di Balai Desa Subang. Dalam musyawarah tersebut, warga Desa Subang dan warga Kampung Tangkolo bersama-sama membahas rencana pembentukan Desa Tangkolo. Hasilnya, seluruh pihak sepakat mendukung pemekaran wilayah tersebut.
Keputusan besar itu langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia khusus yang bertugas memperjuangkan lahirnya Desa Tangkolo.
Perjuangan mereka tidak mudah.
Panitia harus menyusun berbagai dokumen, mengurus perizinan, dan mengajukan permohonan ke berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari kecamatan, kewedanaan, kabupaten hingga provinsi. Semua proses dilakukan dengan dukungan penuh masyarakat yang memberikan bantuan baik secara moril maupun materil.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pada tanggal 14 Agustus 1972, tim dari Pemerintah Kabupaten Kuningan datang langsung ke Kampung Tangkolo untuk melakukan verifikasi lapangan. Setelah memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, Bupati Kuningan mengeluarkan surat persetujuan yang merestui peningkatan Kampung Tangkolo menjadi sebuah desa.
Kabar gembira itu disambut penuh sukacita oleh masyarakat.
Beberapa bulan kemudian, persetujuan dari tingkat yang lebih tinggi pun turun. Hingga akhirnya tibalah hari yang bersejarah bagi warga Tangkolo.
Pada hari Jumat, 2 Januari 1973, di lapangan olahraga Tangkolo, di hadapan sekitar 1.500 warga dan para pejabat dari tingkat Kabupaten hingga Karesidenan Cirebon, dibacakan keputusan resmi yang menetapkan berdirinya Desa Tangkolo sebagai desa definitif.
Hari itu menjadi momen yang mengubah sejarah wilayah tersebut.
Untuk pertama kalinya, Tangkolo berdiri sebagai desa mandiri yang terpisah dari Desa Subang.
Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama dilantik pula pejabat kepala desa sementara untuk memimpin pemerintahan yang baru terbentuk. Beberapa minggu kemudian, tepatnya pada 27 Januari 1973, masyarakat Tangkolo melaksanakan pemilihan kepala desa pertama dan memilih Basri sebagai kepala desa definitif.
Sejak saat itu, Desa Tangkolo terus berkembang.
Dari sebuah kampung yang dahulu hanya dikenal sebagai Golongan Kemis, Tangkolo menjelma menjadi desa yang memiliki pemerintahan sendiri, identitas sendiri, dan perjalanan sejarah yang membanggakan.
Kini, lebih dari setengah abad setelah berdiri, perjuangan para tokoh dan masyarakat yang memperjuangkan pemekaran desa masih dikenang sebagai bagian penting dari identitas Desa Tangkolo.
Karena terkadang, sejarah besar tidak selalu lahir dari peperangan atau kerajaan.
Kadang sejarah justru dimulai dari sebuah musyawarah sederhana yang dilakukan di rumah warga... lalu mengubah masa depan sebuah kampung untuk selamanya.
Sumber:
Artikel ini disusun berdasarkan sejarah resmi yang dipublikasikan oleh Pemerintah Desa Tangkolo melalui website resmi desa.
👉 https://desa-tangkolo.kuningankab.go.id/profil/sejarah-desa-tangkolo
📍LOKASI DESA PAMULIHAN: