Dari Sebuah Dusun di Lereng Selatan Kuningan, Begini Perjuangan Warga hingga Lahir Desa Padahurip
Dari Sebuah Dusun di Lereng Selatan Kuningan, Begini Perjuangan Warga hingga Lahir Desa Padahurip
Tidak semua desa lahir dari kisah kerajaan, peperangan, atau legenda para tokoh sakti. Di Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, ada sebuah desa yang lahir dari semangat kebersamaan masyarakat yang ingin menentukan masa depannya sendiri. Desa itu bernama Padahurip.
Jauh sebelum dikenal seperti sekarang, wilayah Padahurip masih menjadi bagian dari Desa Cantilan. Saat itu kawasan ini terdiri dari dua dusun besar, yaitu Dusun Cipicung dan Dusun Tajur. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan luas wilayah yang dinilai cukup besar, muncul keinginan masyarakat untuk memiliki pemerintahan desa sendiri yang lebih dekat dan mampu melayani kebutuhan warga secara lebih efektif.
Keinginan tersebut bukan sekadar wacana. Pada awal dekade 1980-an, warga Dusun Cipicung bersama para tokoh masyarakat membentuk sebuah panitia pemekaran yang beranggotakan sebelas orang. Panitia inilah yang kemudian menjadi motor perjuangan lahirnya desa baru di wilayah selatan Kuningan.
Di antara tokoh yang terlibat, terdapat nama Janta Suharya, seorang sesepuh yang tidak hanya membantu perjuangan pemekaran, tetapi juga menjadi sosok yang mengusulkan nama bagi desa yang akan lahir tersebut. Nama yang dipilih adalah Padahurip.
Nama itu bukan tanpa makna.
Kata "Hurip" dalam bahasa Sunda berarti hidup. Namun maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar kehidupan biasa. Nama Padahurip diambil dari filosofi "Hurip Mukti Tur Walagri", yang menggambarkan harapan agar masyarakat dapat hidup sejahtera, tenteram, dan selamat lahir maupun batin. Filosofi itu bahkan kemudian menjadi motto desa hingga sekarang.
Perjuangan masyarakat akhirnya membuahkan hasil.
Pada hari Senin, 13 September 1982, Padahurip resmi ditetapkan sebagai Desa Persiapan melalui keputusan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Tanggal tersebut kemudian dikenang sebagai tonggak sejarah lahirnya Desa Padahurip. Setahun kemudian, tepat pada 15 Agustus 1983, Padahurip resmi menjadi desa definitif dan mulai menjalankan roda pemerintahan sendiri.
Saat pertama kali berdiri, desa ini memiliki luas wilayah lebih dari 758 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.270 jiwa yang tersebar di beberapa dusun. Pemerintahan desa pertama dipimpin oleh Moch Bahtiar sebagai pejabat kepala desa yang bertugas mengawal masa awal berdirinya Padahurip.
Kini, lebih dari empat dekade telah berlalu sejak perjuangan pemekaran itu dimulai. Padahurip telah tumbuh menjadi desa yang berdiri kokoh di wilayah selatan Kabupaten Kuningan. Namun di balik perkembangan yang terlihat hari ini, tersimpan kisah tentang tekad masyarakat yang ingin membangun wilayahnya sendiri dan mewujudkan cita-cita yang tercermin dalam satu nama sederhana: Padahurip.
Sebuah nama yang bukan hanya penanda wilayah, tetapi juga doa agar seluruh masyarakatnya dapat hidup dalam kesejahteraan dan kebahagiaan.
Sumber:
Cerita ini disusun berdasarkan data sejarah resmi Pemerintah Desa Padahurip yang dipublikasikan pada website resmi desa.
📍LOKASI DESA PADAHURIP :