Dari Kampung Paninggalan Menjadi Desa Paninggaran, Jejak Peninggalan Leluhur yang Masih Dikenang Hingga Kini
Dari Kampung Paninggalan Menjadi Desa Paninggaran, Jejak Peninggalan Leluhur yang Masih Dikenang Hingga Kini
Di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, terdapat sebuah desa yang menyimpan sejarah panjang sejak masa sebelum Indonesia merdeka. Desa itu adalah Paninggaran, sebuah desa yang lahir dari sebuah kampung kecil bernama Paninggalan.
Nama Paninggalan sendiri memiliki arti "peninggalan", yang menurut sejarah desa merujuk pada peninggalan Embah Dalem Cageur beserta para Panda Rawan. Tokoh-tokoh yang dikenal sebagai Panda Rawan antara lain Embah Dapur, Embah Jangka, Embah Kiai Bagus, Embah Pingit, dan beberapa tokoh lainnya yang diyakini menjadi bagian dari awal kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Pada masa penjajahan Belanda, Kampung Paninggalan masih menjadi bagian dari Desa Cipasung, Kecamatan Kadugede, Kewadanan Kadugede, Kabupaten Kuningan yang saat itu berada di bawah Keresidenan Cirebon. Meski hanya berstatus kampung, masyarakat telah membangun kehidupan dengan semangat gotong royong dan menjaga warisan para leluhur.
Perubahan besar terjadi setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Pada tahun 1946, sejumlah tokoh masyarakat seperti Bapak Madhanan, Bapak Suryadi, Bapak Cucun, Bapak H. Mimbar, dan tokoh lainnya mengajukan permohonan kepada pemerintah agar Kampung Paninggalan dapat berdiri sebagai desa yang mandiri.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pada tahun yang sama, pemerintah menyetujui pemekaran wilayah tersebut. Sejak saat itu Kampung Paninggalan resmi berubah nama menjadi Desa Paninggaran dan berdiri sebagai desa mandiri. Nama baru itu menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan pemerintahan desa.
Tokoh pertama yang memimpin Desa Paninggaran adalah Suryadi, yang menjabat sebagai kuwu sejak tahun 1946 hingga 1957. Bersama para pamong desa lainnya, beliau membangun fondasi pemerintahan yang menjadi dasar perkembangan Desa Paninggaran pada masa-masa berikutnya.
Setelah itu estafet kepemimpinan terus berjalan. Sejumlah kepala desa silih berganti memimpin Paninggaran, mulai dari A. Sabur, Mahmudin, Eno Sutarno, Abdul Syukur, Abidin, hingga Juhadi yang kemudian melanjutkan pembangunan desa pada era modern.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa Paninggaran bukan hanya lahir dari sebuah pemekaran wilayah, tetapi juga dari semangat masyarakat yang ingin mengatur dan membangun daerahnya sendiri setelah Indonesia merdeka.
Hingga kini, nama Paninggaran tetap menjadi pengingat bahwa desa ini berawal dari sebuah kampung yang menyimpan peninggalan para leluhur. Sebuah sejarah sederhana, namun menjadi bagian penting dari perjalanan Kecamatan Darma dan Kabupaten Kuningan secara keseluruhan.
Sumber Utama:
📍LOKASI DESA PANIGGARAN: