Asal Usul Cigadung Kuningan, Desa yang Konon Selamat dari Longsor Gunung Ciremai Berkat Sosok Misterius Ini
Asal Usul Cigadung Kuningan, Desa yang Konon Selamat dari Longsor Gunung Ciremai Berkat Sosok Misterius Ini
Di wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terdapat sebuah kelurahan yang namanya begitu akrab di telinga masyarakat: Cigadung. Namun di balik nama yang terdengar sederhana itu, tersimpan cerita lama yang masih dipercaya sebagian warga hingga sekarang—kisah tentang letusan Gunung Ciremai, longsoran batu besar, dan seorang perempuan yang disebut menyelamatkan desa.
Menurut cerita masyarakat yang diwariskan turun-temurun, wilayah Cigadung dahulu pernah berada dalam ancaman longsor besar akibat letusan Gunung Ciremai. Batu-batu besar dari arah gunung disebut bergerak menuju kawasan pemukiman warga dan dikhawatirkan akan menghancurkan desa.
Namun di tengah situasi itu, muncul sosok yang hingga kini masih dikenal dalam cerita rakyat setempat: Rincik Manik.
Konon, Rincik Manik berusaha melindungi wilayah Cigadung dengan menjaga dan menahan arah longsoran batu tersebut. Bahkan dalam cerita yang berkembang, ia disebut sampai duduk di atas batu untuk menghalangi pergerakan longsor agar tidak masuk ke wilayah pemukiman warga.
Batu yang dipercaya berkaitan dengan kisah tersebut hingga kini masih dikenal masyarakat dengan nama Batu Kursi, yang berada di kawasan Jalan Gibug, Cigadung. Masyarakat percaya, setelah peristiwa itu, arah longsoran akhirnya berbelok ke selatan sehingga wilayah Cigadung berhasil selamat dari bencana besar.
Di balik kisah legenda itu, nama Cigadung sendiri juga memiliki asal-usul yang erat dengan kehidupan masyarakat tempo dulu.
Nama “Cigadung” diyakini berasal dari dua kata, yakni “Ci” yang berarti air dalam bahasa Sunda, dan “Gadung”, sejenis tanaman umbi yang dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut. Pada masa lampau, masyarakat Cigadung dikenal banyak menanam pohon gadung yang kemudian diolah menjadi makanan ringan dan cukup populer pada zamannya.
Air di wilayah itu juga dikenal sangat bersih dan melimpah, sehingga perpaduan antara unsur air dan tanaman gadung akhirnya melekat menjadi nama wilayah: Cigadung.
Namun seiring perkembangan zaman, pohon gadung yang dahulu menjadi ciri khas desa perlahan menghilang. Meski begitu, nama Cigadung tetap bertahan dan menjadi bagian dari identitas masyarakat hingga sekarang.
Kini, Cigadung telah berkembang menjadi salah satu kelurahan penting di Kecamatan Cigugur. Wilayah yang dahulu hanya dikenal melalui cerita rakyat dan hamparan tanaman gadung itu kini tumbuh di tengah perkembangan kawasan Cigugur yang semakin maju.
Namun di balik perkembangan tersebut, kisah tentang Rincik Manik dan Batu Kursi masih tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
Sebuah cerita yang mungkin sulit dibuktikan secara ilmiah.
Tetapi bagi sebagian warga Cigadung, legenda itu bukan sekadar dongeng—melainkan bagian dari sejarah yang menjaga identitas desa mereka hingga hari ini.
Sumber:
Artikel ini disusun berdasarkan cerita sejarah dan profil Kelurahan Cigadung yang dimuat pada blog sejarah Kuningan serta sumber informasi masyarakat setempat.
📍LOKASI DESA CIGADUNG :