Dari Sarang Lebah hingga Nama Desa, Kisah Sunan Parung yang Masih Hidup dalam Ingatan Warga
Dari Sarang Lebah hingga Nama Desa, Kisah Sunan Parung yang Masih Hidup dalam Ingatan Warga
Di kawasan perbukitan Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, terdapat sebuah desa yang namanya menyimpan kisah unik yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat. Desa itu adalah Parung, sebuah desa yang menurut cerita para sesepuh tidak hanya lahir dari sebuah tempat, tetapi juga dari perjalanan seorang tokoh yang dihormati masyarakat setempat.
Menurut cerita yang masih hidup di tengah masyarakat, nama Parung berasal dari sebuah tempat bernama Parungpungan atau Saringsingan, yang dahulu dikenal sebagai kawasan sarang lebah dan kini disebut Mancagar. Di tempat inilah konon seorang tokoh yang dikenal sebagai Sunan Parung atau Mbah Saringsingan pernah menyelamatkan diri ketika dikejar empat keris pusaka milik musuh-musuhnya. Peristiwa itulah yang dipercaya menjadi asal mula nama Parung yang digunakan hingga sekarang.
Sunan Parung digambarkan sebagai sosok yang arif, bijaksana, dan memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut. Dalam cerita rakyat, beliau disebut berasal dari wilayah Ciledug, Cirebon bagian timur. Selain dikenal karena kebijaksanaannya, masyarakat juga meyakini bahwa beliau memiliki kemampuan spiritual yang disebut ilmu Supata atau "sipahit lidah". Karena itulah namanya begitu dihormati oleh masyarakat hingga kini.
Menariknya, kisah Sunan Parung juga memiliki hubungan dengan sejarah Desa Karanganyar.
Konon beliau memiliki seorang adik bernama Buyut Soka. Ketika terjadi perbedaan pandangan antara keduanya, Buyut Soka memilih meninggalkan Parung dan membuka sebuah paguron silat yang dikenal sebagai Pakalangan Anyar. Tempat itulah yang kemudian berkembang menjadi Desa Karanganyar yang kita kenal sekarang. Cerita ini menunjukkan bahwa sejarah beberapa desa di Kecamatan Darma mungkin memiliki akar yang saling berkaitan.
Dalam perkembangannya, wilayah Parung terbagi menjadi beberapa blok yang hingga kini masih dikenal masyarakat. Mancagar dipercaya sebagai pusat pemerintahan pada masa Sunan Parung, sedangkan Babakan, Karang Tengah, dan Hadirudin berkembang menjadi kawasan pemukiman yang membentuk wajah Desa Parung saat ini. Nama-nama tersebut juga memiliki cerita tersendiri yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun bukan hanya sejarah yang membuat Parung menarik.
Masyarakat juga mengenal berbagai kisah misteri yang masih menjadi bahan pembicaraan hingga sekarang. Salah satunya adalah cerita tentang sebuah gunung kecil gaib yang konon berada di kawasan Mancagar. Menurut cerita yang berkembang, di balik gunung tersebut terdapat pendopo milik Nyi Mas Patuakan atau Nyi Runday Kasih, yang dipercaya sebagai istri Sunan Parung. Hingga kini kisah tersebut tetap hidup sebagai bagian dari folklore masyarakat setempat.
Benar atau tidaknya cerita tersebut mungkin sulit dibuktikan. Namun bagi masyarakat Parung, kisah-kisah itu bukan sekadar dongeng. Cerita tersebut menjadi bagian dari identitas desa yang menjaga hubungan antara generasi sekarang dengan para leluhur yang pernah membuka dan membangun wilayah tersebut.
Karena terkadang, sejarah sebuah desa tidak hanya tersimpan dalam arsip dan dokumen. Ia juga hidup dalam cerita yang terus diwariskan dari mulut ke mulut selama puluhan bahkan ratusan tahun.
Sumber Utama:
Artikel "Asal Usul Desa Parung" berdasarkan penuturan sesepuh Desa Parung, Abah Nurhami.
https://ikasari02.blogspot.com/2016/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
📍LOKASI DESA PARUNG: