Benarkah Warga Asli Bakom Masih Bersaudara? Kisah Dua Keluarga yang Melahirkan Sebuah Desa di Kecamatan Darma
Benarkah Warga Asli Bakom Masih Bersaudara? Kisah Dua Keluarga yang Melahirkan Sebuah Desa di Kecamatan Darma
Di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, terdapat sebuah desa yang menyimpan cerita unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Desa itu adalah Bakom. Bukan karena legenda kerajaan atau kisah peperangan besar, melainkan karena sebuah keyakinan yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakatnya: bahwa sebagian besar warga asli Bakom sebenarnya berasal dari satu rumpun keluarga yang sama.
Cerita ini bermula jauh sebelum Bakom dikenal sebagai sebuah desa. Berdasarkan sumber yang mengacu pada data Pemerintah Desa Bakom, kawasan tersebut pada awalnya hanyalah sebuah kampung kecil yang dihuni oleh dua keluarga. Kedua keluarga itu kemudian dipersatukan, hidup berdampingan, membangun pemukiman, dan melahirkan generasi demi generasi yang terus berkembang hingga membentuk sebuah komunitas yang besar. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa apabila silsilah penduduk asli Bakom ditelusuri jauh ke belakang, banyak di antara mereka masih memiliki hubungan kekerabatan.
Kisah tersebut menjadikan Bakom berbeda dari banyak desa lain di Kabupaten Kuningan. Jika desa-desa lain sering memiliki cerita tentang tokoh pembuka hutan atau perpindahan penduduk dari daerah lain, Bakom justru dikenal sebagai desa yang tumbuh dari persatuan dua keluarga yang kemudian menjadi cikal bakal masyarakatnya. Hingga kini, cerita itu masih sering disampaikan sebagai bagian dari identitas desa.
Namun perjalanan Bakom tidak hanya berhenti pada kisah dua keluarga.
Dalam catatan sejarah yang beredar, terdapat sosok yang sangat dihormati masyarakat, yaitu Syekh Karibullah. Tokoh ini dikenal sebagai panutan masyarakat pada masa awal perkembangan kampung tersebut. Makamnya berada di Dusun Wage atau Blok Pasir Jati dan hingga kini masih dikenal oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari jejak sejarah Desa Bakom.
Selain Syekh Karibullah, sejarah awal kampung juga menyebut nama Banantaka sebagai pemimpin awal kawasan tersebut sebelum masyarakat dipersatukan oleh Kiai Abdul Rosyid. Dari masa inilah kehidupan masyarakat mulai berkembang lebih teratur dan perlahan membentuk sebuah komunitas yang semakin besar.
Pada masa berikutnya, Bakom masih menjadi bagian dari Desa Darma. Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya kehidupan masyarakat, muncul kebutuhan untuk memiliki pemerintahan sendiri. Lambat laun wilayah ini berkembang hingga akhirnya menjadi desa yang berdiri mandiri melalui proses pemekaran dari Desa Darma.
Catatan sejarah juga menyebut bahwa sekitar tahun 1930 wilayah ini dipimpin oleh Ahyar. Pada masa tersebut, sebuah sekolah yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sudah mulai berdiri di wilayah Bakom. Meski demikian, kehidupan masyarakat saat itu masih penuh tantangan karena kondisi ekonomi yang belum stabil di bawah pemerintahan kolonial.
Momentum penting terjadi pada sekitar tahun 1945. Bertepatan dengan masa awal kemerdekaan Indonesia, Bakom berkembang menjadi desa yang benar-benar mandiri. Kuwu pertama yang memimpin desa ini adalah Raksadana, yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah pemerintahan Desa Bakom. Sejak saat itu pembangunan desa terus berjalan, termasuk dalam bidang pendidikan, pertanian, dan pelayanan masyarakat.
Tahun 1951 menjadi salah satu tonggak penting ketika sekolah dasar mulai berdiri di Bakom. Kehidupan masyarakat yang mayoritas bertani terus berkembang, sementara fasilitas kesehatan sederhana mulai tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga. Dari desa kecil yang dahulu hanya dihuni dua keluarga, Bakom perlahan tumbuh menjadi desa yang mandiri dan berkembang.
Kini, Desa Bakom dikenal sebagai salah satu desa di Kecamatan Darma yang tetap menjaga nilai kekeluargaan yang kuat. Mungkin karena itulah cerita tentang dua keluarga pertama tersebut masih terus hidup hingga sekarang.
Dan di antara berbagai kisah sejarah desa di Kabupaten Kuningan, Bakom menyisakan satu pertanyaan menarik yang hingga kini sering memunculkan rasa penasaran:
Benarkah jika silsilah warga asli Bakom ditarik jauh ke belakang, mereka semua masih terhubung sebagai saudara?
Mungkin jawabannya tersimpan dalam sejarah panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Bakom sendiri.
Sumber Utama:
Radar Kuningan - Sejarah Desa Bakom Kuningan, Bermula dari 2 Keluarga yang Disatukan
📍LOKASI DESA DARMA: